✔ Pengertian Cerpen dan Unsur Intrinsik Cerpen

Cerpen biasanya menjadi jenis karya sastra yang menceritakan suatu kisah tentang manusia dan seluk beluknya melalui tulisan pendek dan singkat sesuai unsur intrinsik cerpen. Apakah pengertian cerpen itu adalah sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang?

 Lanjut baca sob biar tau Apa itu Cerpen: Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, dan Unsur-unsur Cerpen.
Pengertian Cerpen Ciri-ciri Cerpen Struktur Cerpen Unsur dalam Cerpen

# Pengertian Cerpen

Cerpen adalah cerita pendek yang berbentuk prosa naratif fiktif. Cerpen itu singkat, padat, dan mengarah langsung pada tujuannya. Cerpen berbeda dengan karya-karya fiksi lain yang memiliki alur cerita lebih panjang seperti novel.

Cerpen pada umumnya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata. Cerpen atau cerita pendek lebih pada memberikan sebuah kesan tunggal. Cerpen juga hanya pada satu situasi saja dan memusatkan diri pada salah satu tokoh.

# Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli


Dibawah ini merupakan pendapat para ahli tentang pengertian cerpen.

1. Pengertian Cerpen menurut Sumardjo

Cerpen adalah cerita tidak benar-benar terjadi atau fiktif, tetapi bisa terjadi kapanpun dan juga dimanapun yang mana cerita tersebut dikemas relatif pendek dan singkat.

2. Pengertian Cerpen menurut Nugroho Notosusanto

Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah cerita yang memiliki panjang cerita berkisar 5000 kata serta terpusat pada dirinya saja.

3. Pengertian Cerpen Menurut Hendy

Cerpen adalah karangan yang berkisah pendek dan mengandung kisahan tunggal.

4. J.S. Badudu

Cerpen adalah cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

# Ciri-Ciri Cerpen

  • Cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 kata
  • Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
  • Isi cerita cerpen biasanya berasal dari kehidupan sehari-hari penulis
  • Kata-kata mudah dipahami oleh pembaca
  • Hanya mempunyai 1 alur atau alur tunggal
  • Kesan dalam tulisan sangat mendalam 

# Struktur dalam Cerpen

1. Abstrak

Abstrak merupakan inti dari cerita pendek yang dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa. Setiap cerpen boleh tidak memakai struktur abstrak karena hanya bersifat optional.

2. Orientasi

Orientasi adalah ada kaitannya dengan waktu, suasana, dan tempat dalam jalan cerita dari cerpen tersebut.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah urutan kejadian yang dihubungkan dari sebab dan akibat. Pada komplikasi biasanya mendapatkan karakter dari berbagai tokoh dalam cerpen tersebut.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah struktur yang mengarah pada klimaks, mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi.

5. Resolusi

Pada bagian ini biasanya penulis mulai memberikan solusi yang dialami oleh tokoh dalam cerita.

6. Koda

Koda adalah semacam kutipan, memiliki nilai pembelajaran yang bisa diambil dari sebuah cerita oleh pembacanya.

# Unsur pada Cerpen

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

A. Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik yaitu unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur intrinsik terdiri dari :

1. Tema

Tema merupakan Gagasan, ide, atau pikiran utama cerita pendek.

Ada beberapa macam tema, yaitu

a. Tema didaktis, yaitu tema pertentangan antara kebaikan dan kejahatan;

b. Tema yang dinyatakan secara eksplisit;

c. Tema yang dinyatakan secara simbolik;

d. Tema yang dinyatakan dalam dialog tokoh utamanya.

Dalam menentukan tema cerita, pengarang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain

a. Niat pribadi,

b. Selera pembaca,

c. Keinginan penerbit atau penguasa.

Kadang-kadang terjadi perbedaan antara gagasan yang dipikirkan oleh pengarang dengan gagasan yang dipahami oleh pembaca melalui karya sastra.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan makna aniatan kadang-kadang tidak sama dengan makna muatan

a. Pengarang kurang pandai menjabarkan tema yang dikehendakinya di dalam karyanya.

b. Para pembaca berbeda pendapat tentang gagasan dasar suatu kata.

Dalam suatu karya sastra ada tema sentral dan ada pula tema sampingan. Yang dimaksud tema sentral adalah tema yang menjadi pusat seluruh rangkaian peristiwa dalam cerita. Yang dimaksud tema sampingan adalah tema-tema lain yang mengiringi tema sentral.

Ada tema yang terus berulang dan dikaitkan dengan tokoh, latar, serta unsur-unsur lain dalam cerita. Tema semacam itu disebut leitmotif. Leitmotif ini mengantar pembaca pada suatu amanat.

2. Alur/Plot

Tahapan dari perkenalan, konflik, klimaks dan penyelesaian urutan jalannya cerita pendek.

3. Setting/ latar

Setting adalah bagian latar/tempat, waktu, suasana yang tertuang di dalam cerita.

4. Tokoh

Tokoh adalah seorang pelaku yang ikut terlibat dalam cerita. Karakter dalam suatu cerita biasanya terdapat tokoh protagonis (baik), antagonis (jahat), serta ada juga tokoh yang memiliki peran sebagai figuran.

5. Penokohan

Penokohan yaitu pemberian sifat yang diberikan kepada tokoh oleh pengarang.

Metode penokohan ada 2 macam :

- Metode analitik adalah metode penokohan dengan cara menyebutkan sifat si tokoh secara langsung, seperti : pemberani, keras kepala, penakut, pemalu, dan lain sebagainya.
- Metode dramatik adalah metode penokohan dengan cara disebutkan secara tidak langsung, yaitu dengan memakai cara penggambaran fisik, penggambaran melalui suatu dialog dengan adanya reaksi dari tokoh lain.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara pandang si pengarang. Sudut pandang dibagi menjadi 4 antara lain:

- Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
- Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
- Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
- Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

7. Amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan dari si penulis kepada pembaca.

B. Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk cerita pendek tersebut dari luar. Unsur ekstrinsik cerpen memiliki pengaruh yang besar dalam penyajian amanat.

Berikut unsur ekstrinsik cerpen, antara lain :

1. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap kisah dalam cerpen tersebut. Latar belakang masyarakat bisa berupa ideologi negara, sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

2. Latar Belakang Pengarang

Unsur ekstrinsik Latar belakang pengarang adalah pemahaman si penulis terhadap sejarah hidup dan juga sejarah hasil karangan yang sebelumnya.

3. Biografi

Biografi adalah mengenai riwayat hidup si penulis yang ditulis secara lengkap.

4. Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis si pengarang juga memiliki pengaruh dalam pembuatan cerpen tersebut. Kondisi psikologi adalah kondisi mood pada saat si penulis menulis cerita.

5. Aliran Sastra

Aliran sastra si pengarang mempunyai pengaruh terhadap gaya penulisan di dalam cerpen tersebut.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2